EVALUASI ADVERSE DRUG REACTIONS (ADRs) ANTIDIABETES ORAL BERDASARKAN ALGORITMA NARANJO DI RAWAT INAP SOEWONDO PATI PERIODE JANUARI 2020 – DESEMBER 2022

Penulis

  • Putri Kartika Sari Universitas Telogorejo Semarang
  • Ovikariani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Gilang Rizky Al Farizi Universitas Telogorejo Semarang
  • Fransisca Gloria Universitas Telogorejo Semarang

Kata Kunci:

Diabetes Melitus, Algoritma Naranjo, Tipe II

Abstrak

Diabetes melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan karena faktor genetik akibat berkurangnya produksi insulin oleh pankreas yang diindikasikan dari kenaikan kadar gula darah sehingga menyebabkan komplikasi kronik baik mikrovaskuler maupun makrovaskuler akibat insufisiensi fungsi insulin.Tujuan : Mengevaluasi ADRs pada pasien antidiabetes berdasarkan algoritma naranjo di rawat inap Rumah Sakit Soewondo Kabupaten Pati.  Metode Penelitian : Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dimana data yang diperoleh berupa angka-angka. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif, dikarenakan penelitian ini menggambarkan fenomena masalah kesehatan berupa kejadian efek samping dari penyakit diabetes melitus di RS Soewondo Kabupaten Pati. Hasil : Pasien Diabetes Mellitus di Rawat Inap di Rumah Sakit Soewondo Pati yang paling banyak terjadi adalah pusing dengan persentase sebanyak 21,1%, penggunaan metformin kombinasi 2 obat pada pasien DM dapat menyebabkan mual, muntah dan pusing. diperoleh bahwa tingkat kejadian ADR pada skor 5-8 dengan derajat kepastian probable (Dapat Terjadi ESO) memiliki persentase paling tinggi yakni (55,5%). Berdasarkan jenis kelamin laki – laki sebanyak 43 pasien (52,2%) dan perempuan sebanyak 47 pasien (47,7%). dapat diketahui bahwa selama periode tahun januari 2020 – desember 2022 pada usia 30-40 tahun terdapat 20 pasien dengan persentase sebanyak (22,2%), usia 41-50 tahun terdapat 25 pasien dengan persentase sebanyak (27,7%), sedangkan usia 51-60 tahun terdapat 45 pasien dengan persentase sebanyak (50,0%).Kesimpulan : ADRs antidiabetes berdasarkan Algoritma Naranjo pada pasien DM di rawat inap Soewondo Pati, dapat diperoleh nilai yang paling banyak antara kategori 5-8 yang artinya “Dapat Terjadi ESO” (Probable).

Referensi

1. Achmad A. Kejadian efek samping potensial terapi obat anti diabetes pada pasien diabetes melitus berdasarkan algoritme Naranjo. Pharm J Indones. 2017;2(2):45–50.

2. Cho NH, Shaw JE, Karuranga S, Huang Y, Rocha FJD, Ohlrogge AW, et al. IDF diabetes atlas: global estimates of diabetes prevalence for 2017 and projections for 2045. Diabetes Res Clin Pract. 2018;138:271–81.

3. Handayani D. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. 2022;7(3).

4. DiPiro JT, Wells BG, Schwinghammer TL, DiPiro CV. Pharmacotherapy handbook. 10th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2016.

5. Dipiro JT, Talbert RL, Yee GC, Matzke GR, Wells BG, Posey LM. Pharmacotherapy: a pathophysiologic approach. 8th ed. New York: McGraw-Hill; 2011.

6. Isnaini N, Muliyani. Studi farmakovigilans obat antidiabetes pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe II di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. J Ilmiah Ibnu Sina. 2018;3(2):285–93.

7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. InfoDATIN: Situasi dan analisis lanjut usia. Jakarta: Kemenkes RI; 2017.

8. Lacy CF, Armstrong L, Goldman MP, Lance LL. Drug information handbook. 22nd ed. Hudson (OH): Lexi-Comp; 2014. p. 954–6

9. PERKENI. Konsensus pengendalian dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI; 2011. p. 6, 21–36

10. Gumantara MPB, Oktarlina RZ. Perbandingan monoterapi dan kombinasi terapi sulfonilurea metformin terhadap pasien diabetes melitus tipe 2. Majority. 2017;6(1):55–59

11. Putra RJS, Achmad A, Racma H. Kejadian efek samping potensial terapi obat antidiabetes pasien diabetes melitus berdasarkan algoritma Naranjo. Pharm J Indones. 2017;2(2):45–50.

12. Lubis MA, Suprianto S. Analisis cost-effectiveness penggunaan antidiabetik oral pada pasien DM tipe 2 rawat jalan peserta BPJS di RSU Haji Medan. J Dunia Farmasi. 2018;2(3):128–47.

13. Davies EC, Green CF, Mottram DR, Pirmohamed M. Adverse drug reactions in hospital in patients: a pilot study. J Clin Pharm Ther. 2006;31(4):335–41

14. Li XX, Zhuo L, Zhang Y, Yang YH, Zhang H, Zhan SY, Zhai SD. The incidence and risk factors for adverse drug reactions related to Tanreqing injection: a large population-based study in China. Front Pharmacol. 2020;10:1523

15. Edwards IR, Aronson JK. Adverse drug reactions: definitions, diagnosis, and management. Lancet. 2000;356(9237):1255-1259. doi:10.1016/S0140-6736(00)02799-9

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-31

Cara Mengutip

EVALUASI ADVERSE DRUG REACTIONS (ADRs) ANTIDIABETES ORAL BERDASARKAN ALGORITMA NARANJO DI RAWAT INAP SOEWONDO PATI PERIODE JANUARI 2020 – DESEMBER 2022. (2025). Jurnal Farmasi IKIFA, 4(2), 80-90. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/320