UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL HERBA KROKOT (Portulaca oleracea) TERHADAP MENCIT DENGAN PERHITUNGAN THOMPSON WEIL
Kata Kunci:
Krokot, Thomson Weil, Toksisitas Akut, MencitAbstrak
Krokot (Portulaca oleracea L.) merupakan tanaman yang dikenal memiliki potensi sebagai sumber antioksidan dan mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut (Lethal Dose50) Ekstrak Krokot (Portulaca oleracea L.) terhadap mencit (Mus musculus). Metode yang digunakan meliputi preparasi simplisia, pembuatan ekstrak etanol, dan uji toksisitas pada mencit dengan dosis bervariasi. Subjek penelitian berupa mencit berjumlah 12 ekor berusia 2-3 bulan dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok 1 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 800 mg/kgBB, kelompok 2 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 1.600 mg/kgBB, kelompok 3 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 1.800 mg/kgBB, kelompok 4 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 2.000 mg/kgBB, pemberian pada mencit dilakukan secara peroral dengan dosis tunggal dan kematian dicatat setelah 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian terjadi pada semua kelompok dosis, dengan kelompok 4 mengalami kematian 100%. Perhitungan LD50 menghasilkan nilai 3.198,8 mg/20 grBB, yang termasukdalam kategori toksik sedang (500-5000 mg/kgBB). Meskipun terdapat kematian tidak ada gejala toksik yang signifikan saat pengamatan setelah perlakuan.
Referensi
1. Ari, Windyaswari S, Faramayuda F, D. R. Brine shrimp lethality test. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi. 2015;3(1):36–42.
2. BPOM. Peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan No 7 Tahun 2014 Tentang Pedoman Uji Toksisitas Nonklinis Secara In Vivo. Jakarta: Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia; 2014. p. 1–165.
3. Nonci FY, Rusdi M, La Mohan ZF. UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL KLIKA JAMBU MEDE (Anacardium occidentale L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus). Jf Fik Uinam. 2014;2(2):62–9.
4. Handayani V, Najib A, Syarif RA, Mahmud A, Hamidu L, Ahmad AR. “Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Terpurifikasi Biji Mahoni (Swietenia mahagoni)”. Jurnal Fitofarmaka Indonesia. 2019;6(2):360–2.
5. Fahey J. Moringa oleifera: A Review of the Medical Evidence for Its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1. Trees Life J. 2005.
6. Kalor JD, Simaremare ES, Futwembun A, Wabiser G, Gunawan E, Yabansabra YR. “Cytotoxic test of Octopus cyanea ink extract”. Journal of Ecological Engineering. 2019;20(8):144–52.
7. Lu C. Toksikologi Dasar : Asas Organ Sasaran Dan Penelitian Resiko. 2nd ed. Jakarta: UI Press; 1995. p. 74.
8. Safithri M, et al. “IDENTIFIKASI SENYAWA PADA BATANG KROKOT (PORTULACA OLERACEA L.) DAN POTENSINYA SEBAGAI AKTIVATOR SUPEROKSIDA DISMUTASE IN SILICO”. Jurnal Farmamedika. 2023.
9. Sumihe G, Liwas D, Sekunder M. “Phytochemical Analysis and Determining Lc50 Value of Liwas Leave Methanol Extract”. 2013. p. 1-4.
10. Yamin Y, Kasmawati H, Linggi AT. “Skrining Fitokimia dan Uji Toksisitas Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Kumbou (Artocarpus elastica Reinw. ex Bl) dengan Metode Brine Shrimp Lethaly Test ( BSLT )”. Pharmauho : Jurnal Farmasi, Sains, Dan Kesehatan. 2020;6(1):15–9.
11. Yuniastri, et al. “Potensi Antioksidan pada Krokot (Portulaca oleracea) Sebagai Pangan Fungsional”. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 2020.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi IKIFA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.