ANALISIS HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI KELURAHAN PENGGILINGAN, JAKARTA TIMUR
Kata Kunci:
Kepatuhan Pengobatan, Pengobatan Tuberkulosis, Dukungan Keluarga, Spearman's RhoAbstrak
Tuberkulosis (TB) tetap menjadi beban kesehatan masyarakat global yang serius, termasuk di Indonesia yang masih menghadapi prevalensi tinggi. Kendati pengobatan TB tersedia dan efektif, tingkat kepatuhan pasien dalam menyelesaikan terapi jangka panjang kerap menjadi tantangan utama, khususnya di wilayah berkembang. Penelitian ini secara khusus bertujuan mengkaji hubungan antara peran dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan menjalani pengobatan di kalangan pasien TB yang berdomisili di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Metode penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan pendekatan desain korelasional. Sebanyak 63 responden yang telah terdiagnosis TB berpartisipasi dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengumpulkan informasi demografis sekaligus mengukur tingkat dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa secara umum kepatuhan pengobatan TB di lokasi studi tergolong rendah. Dari total responden, sebanyak 28 orang (44,4%) masuk kategori kepatuhan rendah, 21 orang (33,3%) menunjukkan kepatuhan tinggi, dan 14 orang (22,2%) berada di kategori sedang. Analisis awal melalui Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi p=0,007 (lebih kecil dari α=0,05), mengindikasikan bahwa distribusi data penelitian tidak normal. Oleh karena itu, analisis hubungan dilakukan menggunakan Uji Korelasi Spearman Rho. Hasil uji ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan TB, dengan nilai p=0,498 (lebih besar dari α=0,05). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun dukungan keluarga secara teoritis merupakan faktor penting dalam manajemen penyakit kronis seperti TB, dalam konteks dan periode penelitian ini, dukungan keluarga tidak terbukti secara statistik memiliki pengaruh langsung terhadap ketaatan pasien dalam menjalani pengobatan. Temuan ini menyoroti kompleksitas faktor penentu kepatuhan yang melampaui dukungan keluarga saja. Oleh sebab itu, diperlukan strategi intervensi yang lebih holistik dan komprehensif. Upaya peningkatan kesadaran (awareness) dan pengetahuan (knowledge) yang mendalam tentang TB, tidak hanya bagi pasien tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga dan lingkungan sosialnya, menjadi aspek krusial untuk didorong guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TB secara keseluruhan di masyarakat.
Referensi
1. Chen X, Du L, Wu R, Xu J, Ji H, Zhang Y, et al. The effects of family, society and national policy support on treatment adherence among newly diagnosed tuberculosis patients: a cross-sectional study. BMC Infect Dis. 2020;20(1). https://doi.org/10.1186/s12879-020-05354-3
2. World Health Organization. Global tuberculosis report 2019. Geneva: WHO; 2019. WHO/CDS/TB/2019.15
3. Koo H, Min J, Kim H, Lee J, Kim J, Park J, et al. Prediction of treatment failure and compliance in patients with tuberculosis. BMC Infect Dis. 2020;20(1). https://doi.org/10.1186/s12879-020-05350-7
4. Getahun B, Nkosi Z. Is directly observed tuberculosis treatment strategy patient-centered? A mixed method study in Addis Ababa, Ethiopia. PLoS One. 2017;12(8):e0181205. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0181205
5. Krasniqi S, Jakupi A, Daci A, Tigani B, Jupolli‐Krasniqi N, Pira M, et al. Tuberculosis treatment adherence of patients in Kosovo. Tuberc Res Treat. 2017;2017:1–8. https://doi.org/10.1155/2017/4850324
6. Putra K, Toonsiri C. Factors related to the successful treatment of tuberculosis: a literature review. Belitung Nurs J. 2019;5(4):136–46. https://doi.org/10.33546/bnj.749
7. Shen Y, Peng X, Wang M, Zheng X, Xu G, Lu L, et al. Family member-based supervision of patients with hypertension: a cluster randomized trial in rural China. J Hum Hypertens. 2016;31(1):29–36. https://doi.org/10.1038/jhh.2016.8
8. Fitriati A, Ramayulis R. Factors related to compliance in taking medication among pulmonary tuberculosis (TB) patients. Health Technol J. 2024;2(5):498–503. https://doi.org/10.53713/htechj.v2i5.252
9. Chowdhury T, Chowdhury M. Non-compliance among the patients taking anti-tubercular drugs in a teaching hospital. Bangladesh J Med. 2022;33(2):168–75. https://doi.org/10.3329/bjm.v33i2.59290
10. Ainiyah S, Soedarsono S, Umiastuti P. The relationship between family’s assessment support and MDR TB patient’s adherence on treatment in RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Juxta J Kedokt Univ Airlangga. 2019;10(2):75–8. https://doi.org/10.20473/juxta.v10i22019.75-78
11. Peh K, Kwan Y, Goh H, Ramchandani H, Phang J, Lim Z, et al. An adaptable framework for factors contributing to medication adherence: results from a systematic review of 102 conceptual frameworks. J Gen Intern Med. 2021;36(9):2784–95. https://doi.org/10.1007/s11606-021-06648-1
12. Ruru Y, Matasik M, Oktavian A, Senyorita R, Mirino Y, Tarigan L, et al. Factors associated with non-adherence during tuberculosis treatment among patients treated with DOTS strategy in Jayapura, Papua Province, Indonesia. Glob Health Action. 2018;11(1):1510592. https://doi.org/10.1080/16549716.2018.1510592
13. Wai P, Shewade H, Kyaw N, Thein S, Thu A, Kyaw K, et al. Community-based MDR-TB care project improves treatment initiation in patients diagnosed with MDR-TB in Myanmar. PLoS One. 2018;13(3):e0194087. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0194087
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi IKIFA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.