STUDI FITOKIMIA: IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DAUN MENGKRENGAN (Polygonum barbatum L.) di KALIMANTAN

Penulis

  • Putri Muliyani, S.Farm. Universitas Islam kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari
  • Dr. apt. Yulistia Budianti S., M.Farm. Universitas Islam kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari
  • apt. Muhammad Fauzi, M.Farm. Universitas Islam kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari https://orcid.org/0000-0001-6861-9174

Kata Kunci:

Polygonum barbatum L., daun mengkrengan, metabolit sekunder, ekstrak, skrining fitokimia

Abstrak

Daun mengkrengan (Polygonum barbatum L.) merupakan salah satu tumbuhan yang masih belum banyak diteliti. Tumbuhan ini diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dengan potensi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun mengkrengan menggunakan metode skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak kemudian diuji menggunakan reagen spesifik untuk mendeteksi keberadaan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun mengkrengan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan alkaloid tidak terdeteksi. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut mendukung potensi farmakologis tumbuhan ini, seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Studi ini memberikan informasi awal mengenai kandungan bioaktif dalam daun mengkrengan yang dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dalam pengembangan obat herbal.

Biografi Penulis

  • Putri Muliyani, S.Farm., Universitas Islam kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari

    Putri Muliyani, S.Farm. adalah alumni mahasiswi di Fakultas Farmasi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari. Fokus penelitiannya meliputi Kimia Farmasi dan pengembangan obat herbal.

Referensi

1. WHO. No Title. Const World Heal Organ. 2023;

2. Siahaan DN, Hasanah F, Dasopang ES, Ndruru RA. Review : Analisis Efektifitas Biaya Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tiphoid Anak Di Indonesia. J Pharm Sci. 2022;5(1):146–55.

3. Larsson DGJ. Antibiotic resistance in the environment. 2022;20(May):257–69.

4. Seimandi G, Álvarez N, Stegmayer MI, Fernández L, Ruiz V, Favaro MA, et al. An update on phytochemicals and pharmacological activities of the genus persicaria and polygonum. Molecules. 2021;26(19):1–37.

5. Nithya V, Bhaskar A. Evaluation of Phytochemicals Studies on Polygonum barbatum linn. Inven Journals. 2021;(July):1–3.

6. Stepanus JB, Seokamto NH. Isolasi, Identifikasi Dan Uji Bioaktivitas Metabolit Sekunder Dari Fraksi n-Heksana Kayu Akar Tumbuhan Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) Yang Tidak Aktif Terhadap Udang Artemia salina Leach. Akta Kim Indones. 2023;8(1):47.

7. Novriyanti R, Putri NEK, Laode R. Phytochemical Screening and Antioxidant Activity Testing Ethanol Extract of Lime Skin (Citrus aurantifolia) Using DPPH Method. Proceeding Mulawarman Pharm Conf. 2022;27–9.

8. Yanuarti R, Nurjanah N, Anwar E, Hidayat T. Profile of Phenolic and Antioxidants Activity from Seaweed Extract Turbinaria conoides and Eucheuma cottonii. J Pengolah Has Perikan Indones. 2017;20(2):230.

9. Wijaya H, Jubaidah S, Rukayyah. Perbandingan Metode Esktraksi Maserasi Dan Sokhletasi Terhadap Rendemen Ekstrak Batang Turi (Sesbania Grandiflora L.). Indones J Pharm Nat Prod [Internet]. 2022;05(01):1–11. Available from: http:/jurnal.unw.ac.id/index.php/ijpnp

10. Emelia I, Setiawan andi arif, Novianti D, Mutiara D, Rangga. Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) Secara Infundasi Dan Maserasi. J Indobiosains. 2023;5(2).

11. Putri DM, Lubis SS. Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Daun Kalayu (Erioglossum rubiginosum (Roxb.) Blum). AMINA. 2020;2(3):120–5.

12. Sukandar TK, Sukmiwati M, Diharmi A. Active Fraction Of Brown Seaweed Sargassum cinereum. Berk Perikan Terubuk. 2021;49:1363–9.

13. Riwanti P, Izazih F. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Etanol pada Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 50,70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura. J Pharm Care Anwar Med Artik. 2020;2(2):82–95.

14. Dewi IS, Saptawati T, Rachma FA. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit dan Biji Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.). UNIMUS. 2021;4:1210–8.

15. Andhiarto Y, Andayani R, Ilmiyah NH. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss. ) Dengan Metode Ekstraksi Perkolasi Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. J Pharm Sci Technol. 2021;2(1):102–11.

16. Tong Z, He W, Fan X, Guo A. Biological Function of Plant Tannin and Its Application in Animal Health. Front Vet Sci. 2022;8(January):1–7.

17. Fadhila D, Etika SB. Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Riau Skrining Fitokimia Ekstrak Metanol Daun Cemara Sumatera (Taxus sumatrana). J Pendidik Kim Univ riau. 2023;8(1):66–73.

18. Soliha I, Widiyantoro A, Destiarti L. Karakterisasi Terpenoid Dari Fraksi Diklorometana Bunga Nusa Indah (Mussaenda erythrophylla) Dan Aktivitas Sitotoksiknya. J Kedokt dan Kesehat. 2017;6(4):10–4.

19. Tulangow lievyana f, Queljoe edwin de, Simbala H. Identifikasi Senyawa Fitokimia Dan Uji Toksisitas Dengan Metode Bslt Ekstrak Etanol Bunga Ubu-Ubu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Dari Maluku Utara. pharmacon. 2016;5(3):175–82.

Diterbitkan

2025-05-19

Cara Mengutip

STUDI FITOKIMIA: IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DAUN MENGKRENGAN (Polygonum barbatum L.) di KALIMANTAN. (2025). Jurnal Farmasi IKIFA, 4(1), 87-94. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/294