HUBUNGAN DEMOGRAFI DENGAN PENGETAHUAN TATALAKSANA DIABETES MELITUS TIPE II DI KELURAHAN PENGGILINGAN JAKARTA TIMUR
Kata Kunci:
Pengetahuan Tatalaksana Diabetes, Demografi Responden, Tatalaksana Kesehatan DiabetesAbstrak
Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula didalam darah (hiperglikemia). Sesuai data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, diperkirakan jumlah penyandang diabetes melitus di dunia saat ini berkisar 537 juta dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 643 juta di tahun 2030 dan menjadi 745 juta di tahun 2045. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan demografi responden terhadap pengetahuan tatalaksana Diabetes Mellitus di Kelurahan Penggilingan bulan April 2023. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dan untuk menentukan jumlah minimal sampel menggunakan sample size calculator berjumlah 368 dengan syarat pemilihan sample memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, Hasil penelitian yang diperoleh mayoritas masyarakat berada pada kategori pengetahuan kurang. Berdasarkan perhitungan statistik dengan uji Spearman rho menunjukkan tidak adanya hubungan antara usia dengan tingkat pengetahuan mengenai tata laksana diabetes.
Referensi
1. Ratih puspita, Tri Agusti, Dyonisa S. Buku Saku Diabetes untuk Awam. 2020;(November).
2. Type 2 diabetes. Int Diabetes Fed [Internet]. 2020 [cited 2022 Jan 26]; Available from: https://www.idf.org/aboutdiabetes/type-2-diabetes.html
3. Webber S. International Diabetes Federation [Internet]. Vol. 102, Diabetes Research and Clinical Practice. 2021. 147–148 p. Available from: https://diabetesatlas.org/idfawp/resource files/2019/07/IDF_diabetes_atlas_ninth_edition_en.pdf
4. Kshanti IAM, Wibudi A, Sibaani RP, Saraswati MR, Dwipayana IMP, Mahmudji HA, et al. Pedoman Pemantauan Glukosa Darah Mandiri. Perkumpulan Endokrinol Indones. 2019;28.
5. Sahlan Zamaa M, Sainudin S. Hubungan Kepatuhan Pengobatan Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Jambura Nurs J. 2019;1(1):11–8.
6. Dr. dr. Eva Decroli S-KF. Diabetes Melitus Tipe 2. 2019.
7. Saputri RD. Komplikasi Sistemik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;11(1):230–6.
8. Tjahjono HD. Analisis Kejadian Komplikasi Akut dan Kronis Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2.
9. Sholikah TA, Febrinasari RP, Pakha DN. Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dan Cara Pemeriksaan Glukosa Darah Secara Mandiri. Smart Soc Empower J [Internet]. 2021;1(2):49. Available from: http://dx.doi.org/10.20961/ssej.v1i2.49802
10. Maulidiyanti ETS. Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah 2 Jam PP Dengan Menggunakan Glukometer Dan Analyzer Pada Penderita Diabetes Melitus. J Muhammadiyah Med Lab Technol. 2017;1(1):16.
11. Martina Pakpahan, Deborah Siregar, Andi Susilawaty, Tasnim Mustar, Radeny Ramdany, Evanny Indah Manurung Efendi Sianturi, Marianna Rebecca Gadis Tompunu Yenni Ferawati Sitanggang, Maisyarah. M. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta; Yayasan Kita Menulis; 2021, h 18
12. Sulastri. Perawatan Diabetes Militus. Jakarta: CV. Trans Info Media; 2022, h 1 – 41
13. Oetari R. A. Khasiat Obat Tradisional sebagai Antioksidan Diabetes Yogyakarta; Rapha Publishing; 2019, h 60-79.
14. Febrinasari, R. P., Sholikah, T. A., Pakha, D. N., & Putra, S. E. Buku Saku Diabetes untuk Awam. Surakarta: UNS; 2020, h 13
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Farmasi IKIFA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.