POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RS “X” PERIODE JANUARI-MARET 2022
Keywords:
Drug interactions, Geriatrics, Diabetes MellitusAbstract
Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami penuaan dan berakibat pada rentannya tubuh terhadap berbagai macam penyakit sehingga menyebabkan peresepan obat dalam jumlah banyak. Hal tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi obat. Diabetes Melitus adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Pasien geriatri penderita Diabetes Melitus biasanya disertai dengan komorbiditas. Setiap penyakit biasanya memerlukan kombinasi dua atau lebih macam obat, sehingga hal tersebut dapat mengarah terhadap kejadian interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah dan persentase potensi interaksi obat pada pasien geriatri penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X periode Januari-Maret 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 434 sampel. Sampel yang digunakan diambil dari keseluruhan resep berisi obat antidiabetes pada pasien geriatri penderita Diabetes Melitus diatas umur 45 tahun. Hasil dari penelitian ini terdapat 123 lembar resep mengalami interaksi obat. Interaksi obat yang paling banyak adalah antara Metformin dan Amlodipin yaitu 55,83%. Tingkat keparahan interaksi obat paling banyak yaitu moderat 85,28%
References
2. Williams R (chair) et al. IDF Diabetes Atlas 9th. IDF Diabetes Atlas, 9th edition. 2019. 1–764 hal.
3. Siti Nur Kholifah. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta; 2016.
4. Rokom. Lansia Bahagia Bersama Keluarga [Internet]. Sehat negeriku. [dikutip 5 Februari 2022]. Tersedia pada: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20210617/0537910/lansia-bahagia-bersama-keluarga/
5. Kurniawan I. Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Lanjut. J Gerontol Nurs. 2014;20(11):55–55.
6. Tornio A, Niemi M, Neuvonen PJ, Backman JT. Drug interactions with oral antidiabetic agents: pharmacokinetic mechanisms and clinical implications. Trends Pharmacol Sci. 2012;33(6):312–22.
7. Setiawati A. Interaksi Obat Dalam Terapi, Edisi 6. Departemen Farmakologi dan Terapieutik, Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2016;
8. Manjusha S, Amit M, Ronak S. A study on prescribing pattern and potential drug-drug interactions in type 2 diabetes mellitus inpatients. Indian J Pharm Pract. 2014;7.
9. Argawati A. Evaluasi Pola Terapi dan Outcome Klinik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan Jaminan Kesehatan Nasional. Universitas Gadjah Mada; 2015.
10. Kamaluddin T. Potensi Terjadinya Interaksi Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Usia Lanjut. 2019;
11. Susanti I. Evaluasi Interaksi Obat Pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi. J Surya. 2021;13.
12. Kemenkes RI. Peraturan Menteri kesehatan RI Nomor 72 Tentang Standar Pelayanan kefarmasian du Rumah Sakit. Jakarta. 2016;
13. Satibi RMR, Aditama H. Manajemen apotek. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2016.
14. Undata R, Tahun PM, Nurlaelah I, Mukaddas A, Faustine I. Kajian Interaksi Obat pada Pengobatan Diabetes Melitus (DM) dengan Hipertensi. 2015;35–41.
15. Badan POM RI. Interaksi obat PIO Nas [Internet]. 2014 [dikutip 18 Februari 2022]. Tersedia pada: http://pionas.pom.go.id/ioni/lampiran-1-interaksi-obat-0
16. medscape drug interaction checker [Internet]. 2022 [dikutip 1 April 2022]. Tersedia pada: https://reference.medscape.com/drug-interactionchecker
17. Drugs.com [Internet]. 2022 [dikutip 1 April 2022]. Tersedia pada: https://www.drugs.com/
18. Rahayu S. Analisi Risiko Interaksi Obat Terhadap Resep Pasien Klinik Anak Di Rumah Sakit Di Banjarmasin. J Curr Pharm Sceinces. 2019;2(2):2598–2095.
19. Ratnawati R, Nugrahenny D, Mattalitti GNM, Ramadhan R, Budianto R, Pratiwi IC, et al. Prinsip Dasar Kesehatan Lanjut Usia (Geriatri). 2019.
20. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Penyelenggaraan Pelayanan geriatri di rumah Sakit. Permenkes Nomor 79. 2014;
21. Marasabessy NB, Nasela SJ, Abidin LS. Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus (DM) Tipe 2. Penerbit NEM; 2020.
22. Association AD. 2. Classification and diagnosis of diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes. Diabetes Care. 2020;43:S14–31.
23. PERKENI. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia -. 2019.
24. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 3 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. 2020;
25. Kementrian Kesehatan RI. Infodatin Tetap Produktif Cegah dan Atasi Diabetes Melitus. 2020.
26. Barliana MI, Sari DR, Faturrahman M. Analisis potensi interaksi obat dan manifestasi klinik resep anak di apotek Bandung. J Farm Klin Indones. 2013;2(3):121–6.
27. Feinstein, J., Dai, D., Zhong, W., Freedman J, Dan Feudtner C. Potensi Drug - Drug Interactions In Infant, Child and Adolescent Patients In Childrens’s Hospitals. Pediatrics. 135:100. 2015.
28. Hayati B. Gambaran Potensi Interaksi Obat pada Peresepan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Apotek X. JCPS (Journal Curr Pharm Sci. 2020;3(2):249–55.
29. Tatro D. Drug Interaction Facts 2008: facts and comparisons. St Louis Wolters Kluwer Heal Inc. 2008;