INOVASI BUNGA LAVENDER SEBAGAI REPELLENT SPRAY DAN AROMATERAPI DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN DEMUNGAN, TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG

Penulis

  • Suwarmi Suwarmi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Agus Suprijono Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Yani Kresnawati Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • A.Ariani Hesti W.S Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Eka Susanti Hp Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Intan Martha Cahyani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Tris Harni Pebriani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Indah Sulistyarini Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Ika Maharani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Yosua Bayu Kristianto Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Dhimas Adhityasmara Program Studi Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Indonesia
  • Afwin Hanandi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang

Kata Kunci:

Demam Berdarah Dengue (DBD), edukasi, minyak bunga lavender, repellent spray

Abstrak

Pada tahun 2019-2021 di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang terjadi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini mendorong dilakukannya kegiatan fogging dan edukasi serta sosialisasi pencegahan DBD yaitu penerapan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur) tempat penampungan air, dan pencegahan lainya. Salah satu tanaman yang dapat menjauhkan serangga adalah bunga lavender, dimana minyaknya digunakan sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan serangga. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga Dusun Demungan terkait DBD dan cara pencegahannya, serta workshop pembuatan minyak bunga lavender sebagai repellent spray untuk mencegah gigitan nyamuk dan sebagai aromaterapi. Kegiatan PkM dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Desember 2025 di rumah Kepala Dusun Demungan yamg dihadiri oleh 50 orang peserta. Tim PkM memberikan edukasi tentang demam berdarah dan cara pencegahannya dengan bantuan power point, serta workshop tentang pembuatan repellent spray dan lilin aromaterapi dari minyak bunga lavender. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui diskusi interaktif dan pengisian kuesioner tentang tingkat kepuasan peserta. Kegiatan PkM ini bermanfaat dan berdampak positif, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi tingkat kepuasan peserta. Indikator kepuasan yang diperoleh adalah 0,90 melebihi batas indikator minimum 0,80. Nilai ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM sangat relevan dan bermanfaat oleh masyarakat dan tujuan kegiatan PkM telah tercapai.

Referensi

Everett, J. (2006). -. Paten No. US20060182775A1. Amerika Serikat.

Fitra RA, A. I. (2020). Korelasi Faktor Curah Hujan Terhadap Distribusi Nyamuk Vektor Demam Berdarah AE. Aegypti dan AE.Albopictus di Kota Bandung. BIOMA J Biol., 9(2), 1–8.

Hartono, T. A., & Warditiani, N. K. (2024). Potensi Senyawa Kimia Minyak Atsiri Lavender sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. 3.

Juliasih, N. N. (2022). Knowledge and Attitudes of Dengue Virus Infection Transmission and Its Relationship with Eradication Action Program in Surabaya , Indonesia. 10(2).

Made, N., Desyani, G., & Santika, I. W. M. (2024). Ekstrak Kombinasi Bunga Lavender ( Lavandula angustifolia ) dan Jeruk Nipis ( Citrus aurantiifolia ) sebagai Losio Anti Nyamuk. Prosiding Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi 2024, 3, 367–371.

Nindatu, M., Tuhumury, N. L., & Kaihena, M. (2011). Pengembangan Ekstrak Etanol Daun Lavender (Lavandula angustifolia Sebagai Antinyamuk Vektor Filariasis Culex sp. Jurnal Molucca Medica, 4(1), 88–105.

Septiani, L., Mulyaningsih, B. & U., & S.R. (2015). Kajian Nyamuk Kajian Aedes aegypti Sebagai Vektor Dengue Dan Status Kerentanannya Terhadap Insektisida Di Kecamatan Way Halim Lampung. 2015. https://drive.google.com/file/d/1XJfnmxL9OBb0W3uxOdozUrGm4_5BwmWs/view?usp=sharing

Sudarto. (1972). “Atlas Entomologi Kedokteran”. EGC. Jakartaand Climate. Switzerland: WHO Press.

World Health Organization. (2012). Atlas of Health and Climate. Switzerland: WHO Press. PP. 20

Diterbitkan

2026-02-09