Implementasi Inovasi Permen Gummy Dalam Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Buah Dan Sayuran Pada Siswa Sd Islam Nu Pungkuran Semarang
Kata Kunci:
Buah, Sayur, SD Islam NU Pungkuran Semarang, Penyuluhan, Pembuatan Permen GummyAbstrak
Konsumsi buah dan sayur penduduk Indonesia masih di bawah anjuran terutama pada anak usia sekolah, hal tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya edukasi yang dilakukan. Produk inovasi permen gummy dari buah dan sayur bisa menjadi solusi untuk anak-anak dapat mengkonsumsi buah dan sayur dalam bentuk yang lucu dan rasa yang manis meskipun tidak ditambahkan pemanis buatan dan pengawet. Kegiatan diikuti oleh siswa/i SD Islam NU Pungkuran, Semarang. Kegiatan berupa penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur dan demonstrasi pembuatan permen gummy dari buah dan sayur. Pembuatan permen gummy juga dipraktekkan secara langsung oleh perwakilan peserta menggunakan buah semangka dan stroberi, pemanis menggunakan madu murni, serta bahan gelatin untuk membentuk masa gummy. Evaluasi berupa tanggap rasa meliputi tekstur, aroma, rasa, dan penampilan terhadap permen gummy dilakukan pada sebagian peserta siswa/i. Data yang terkumpul menunjukkan bahwa 95% siswa yang mengikuti penyuluhan menyatakan bahwa rasa permen gummy dari buah-buahan rasanya enak. Sedangkan berdasarkan warna, 100% siswa menyatakan bahwa permen gummy memiliki warna yang menarik. Produk permen gummy ini efektif dalam menarik minat dan perhatian siswa terhadap pentingnya konsumsi buah dan sayur oleh siswa sekolah dasar.
Referensi
Anggraeni, P. S., Munawaroh, M., & Ciptiasrini, U. (2020). Hubungan Pengetahuan, Sikap, Sarana Prasarana Puskesmas tentang Gizi Seimbang terhadap Perilaku Pemenuhan Gizi Balita. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 10(4), 188–195.
Badawi, B., & Marlina. (2023). Penyuluhan Cegah Stunting Pada Balita Demi Terciptanya Anak Sehat Keluarga Bahagia. Jurnal Abdimas Resoku, 1(2), 12–18.
Baunsele, A. B., Oliviera, F. P., Bare, E. M. G., Ketmoen, A., & Missa, H. (2023). Sosialisasi dan digitalisasi marketing UMKM Fersita Batako di desa Baumata, kabupaten Kupang-NTT. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(1), 41–48.
Cantika, A. D., Salsabila, N., Niza, A. W. C., Nadifah, M. A. P., Eliarosa, A., & Christyaningsih, J. (2023). Jelly Candy “Nachberry” Sensory Test as an Innovative Snack to Improve Nutritional Status in Children. Community Empowerment, 8(4), 448–453. https://doi.org/10.31603/CE.8005
Diana, L., Ramadhani, A. P., Adinda, E. R., Santoso, I. H., & Erreza, M. (2022). Permen Kelor Jelly (kelly): Diversifikasi sebagai Bentuk Inovasi Produk UMKM Omah Kelor Anugerah Blitar. KARYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 229–233.
Hidayat, N., & Ikarisztiana, K. (2004). Membuat Permen Jelly. Trubus Agrisarana.
Ridzal, D. A., Fajrianti, F., Haswan, H., & Rosnawati, V. (2024). Edukasi Makanan dan Jajanan Sehat Serta Bergizi Pada Anak Sekolah Dasar. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 3(2), 87–92. https://doi.org/10.37905/ljpmt.v3i2.26477
Tamer, C. E., Incedayi, B., Copur, O. U., & Karinca, M. (2013). A Research on the Fortification Applications for Jelly Confectionery . Journal of Food Agriculture and Environment, 11(2), 152–157. https://www.researchgate.net/publication/289200895_A_research_on_the_fortification_applications_for_jelly_confectionery