ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIDIABETIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SUKMUL SISMA MEDIKA BULAN JANUARI 2025
Kata Kunci:
Diabetes melitus tipe 2, antidiabetik oral, efektivitas biaya, ACER, ICER.Abstrak
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia maupun global. Pengendalian kadar glukosa darah pada pasien DMT2 sering memerlukan terapi farmakologis jangka panjang, salah satunya dengan antidiabetik oral (ADO). Pemilihan terapi yang efektif dan efisien secara biaya sangat penting untuk menunjang perencanaan pengobatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya penggunaan ADO tunggal dan kombinasi pada pasien DMT2 rawat jalan di Rumah Sakit Sukmul Sisma Medika bulan Januari 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional dan pendekatan cross- sectional retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan catatan administrasi pasien. Parameter yang dianalisis meliputi karakteristik demografis, jenis terapi, efektivitas terapi berdasarkan persentase pasien yang mencapai target gula darah puasa (GDP) 70–110 mg/dL, serta biaya medis langsung. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan perhitungan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan dan berada pada rentang usia 55–64 tahun. Terapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi metformin + glimepiride. Efektivitas tertinggi pada monoterapi diperoleh oleh metformin, sedangkan pada kombinasi dua obat tertinggi adalah pioglitazone + glimepiride, dan pada kombinasi tiga obat tertinggi adalah glimepiride + sitagliptin + metformin. Biaya medis langsung tertinggi tercatat pada kombinasi glimepiride + sitagliptin + metformin dan terendah pada kombinasi metformin + glibenclamide. Kesimpulannya, terapi paling cost-effective berdasarkan nilai ACER adalah metformin untuk monoterapi dan pioglitazone + glimepiride untuk kombinasi. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam memilih terapi yang efisien dan efektif bagi pasien DMT2.
Referensi
1. International Diabetes Federation 2021. Diabetes Around The World In 2021.
2. BKPK. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data tersedia pada: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/, diakses pada 08 juli
3. Sujayanti & Kurnianta. Pola Penggunaan Antidiabetes Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit X Gianyar. J Ilm Mahaganesha. 2022;1(1):12–7.
4. Ramadhan IR, Syurya W, Dharma T. Analisis Efektivitas Biaya Obat Antibiotik Monoterapi Dan Kombinasi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Peserta BPJS Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Periode 2018. Soc Clin Pharm Indones J. 2020;5(1):34–47.
5. Wuryandari H. Skripsi Analisis Efektivitas Biaya Terapi Aantidiabetes Oral Kombinasi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Kota Madiun Tahun 2020. 2021;iii–73.
6. Rahmadanita FF, Maulina N, Sugihantoro H, Muhimmah I, Saputra AF. Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan di RSU Haji Surabaya. Pharm J Indones 2022. 2022;8(1):49–58.
7. Dr. dr. Eva Decroli SKF. DIABETES MELITUS TIPE 2. Kam A, Yanne Pradwi Effendi, Decroli GP, Rahmadi A, editors. Padang: Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas; 2019.
8. Soelistijo S. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Glob Initiat Asthma. 2021;46.
9. Tandra H. Dari Diabetes Menuju Kaki [Internet]. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2020. 145–152 p. Available from: https://gpu.id/book/92939/dari- diabetes-menuju-kaki
10. Syaefaradic Y, Marcelliahti M, Yunizar CF, Sri T, Anggraeni LF,
11. Firmansyah M et al. Farmakoekonomi. Yogyakarta: PT. Penamuda Media; 2024. 137 p.
12. Vinet L, Zhedanov A. Farmakoekonomi. Vol. 6, Media Sains Indonesia. 2024. 51–66 p.
13. Husaini F. Metode Penelitian kuantitatif dan kualitatif. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia; 2020. h.1
14. Kemenkes. 2020. Tetap produktif, cegah dan atasi diabetes melitus. In pusat data informasi kementrian kesehatan RI. Jakarta:Kemekes.
15. Sirait BI. Sindroma ovarium plikistik dan indertilitas. Jurnal Ilmiah Widya. 2019;5(3): h. 1-5
16. Zetira Z, rodiani R, Fakhruddin H. Pengaruh metformin terhadap wanita infertilitas dengan sindrom polikistik ovarium. Jurnal Majority. 2019;8(1):
h. 172-177
17. Hayatullah MM, Hafizzurachman H. Konfirmasi lima faktor yang berpengaruh terhadap pencegahan diabetes melitus pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2020;19(01): h. 15-23
18. Soebagijo AS, Lindarto D, Decroli E, Permana H, Sucipto KW, Kusnadi Y dkk. Pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa Indonesia 2021. Jakarta:PERKENI; 2019.
19. Isnaini, Nur dan Ratnasari. 2018. Faktor Risiko Mempengaruhi Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Aisyiyah. Vol
14. No 1.
20. Adyas, Atikah dkk. 2021. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penderita Diabetes Mellitus Peserta Posyandu Lansia. Jurnal Ilu Kesehatan Indonesia (JIKSI). Vol 2. No 2.
21. Rahmawati F, Natosba J, Jaji J. Skrining Diabetes Mellitus Gestasional dan Faktor Risiko yang Mempengaruhinya. Jurnal Keperawatan Sriwijaya. 2016;3(2): h. 33-43.
22. Sulastri, Perwitasari DA,Supadmi W. Analisis efektivitas biaya penggunaan metformin dan metformin-glimepiride pada pasien diabetes melitus tipe 2 di dua Pukesmas Kulon Progo Yogyakarta. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol.06 No.2, 2023, hal 143-151
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Farmasi IKIFA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.