ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PADA PRODUK JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KOTA MADIUN MENGGUNAKAN METODE KLT DAN HPLC

Penulis

  • laily sulistiana stikes bhakti husada mulia madiun
  • Nurrizka Kurniawati Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Laela Febriana Prodi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun

Kata Kunci:

BKO, KLT, HPLC , jamu pegal linu, deksametason, parasetamol

Abstrak

Maraknya penggunaan jamu pegal linu di masyarakat diiringi dengan kekhawatiran penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) secara ilegal, seperti parasetamol dan deksametason, untuk memberikan efek instan. Praktik ini berbahaya bagi kesehatan konsumen dan melanggar peraturan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar BKO parasetamol dan deksametason dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Madiun.Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan 5 sampel jamu pegal linu. Analisis kualitatif dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengidentifikasi keberadaan BKO. Analisis kuantitatif dilakukan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk menentukan kadarnya. Fase gerak KLT yang digunakan adalah kloroform:metanol (8:1), sedangkan fase gerak HPLC adalah metanol:air (60:40).

 Uji kualitatif dengan KLT menunjukkan bahwa 2 dari 5 sampel (Sampel A dan B) positif mengandung parasetamol dan deksametason, sementara 3 sampel lainnya (C, D, E) negatif. Uji kuantitatif dengan HPLC pada sampel positif menunjukkan kadar rata-rata parasetamol sebesar 49,41 ppm dan kadar rata-rata deksametason sebesar 38,51 ppm.Ditemukan adanya praktik penambahan BKO ilegal (parasetamol dan deksametason) pada dua merek jamu pegal linu yang beredar di Kota Madiun. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dari Badan POM dan edukasi kepada masyarakat untuk memastikan keamanan produk jamu tradisional.

Referensi

1. Kastanja YA, Patty Z. Potensi Tumbuhan Obat Tradisional dan Pemanfaatan PadaMasyarakat Galela, Halmahera Utara (Studi Kasus di Desa Soatobaru,Kecamatan Galela Barat). J Agribisnis Perikan. 2022;15(1):157–64.

2. Yunus A, Astuti Pratiwi I, Farmasi J, Salewangang Maros Stik. Identifikasi Bahan Kimia Obat Prednison Dan Natrium Diklofenak Dalam Jamu Rematik Dan Jamu Pegal Linu Di Wilayah Pasar Tradisional Kabupaten Maros. Pros Simp Kesehat Nas [Internet]. 2022;1(1):441–7. Tersedia pada: https://simkesnas.stikesbuleleng.ac.id/index.php/simkesnas/article/view/63

3. BKPK. Fitofarmaka Menjadi Unggulan Produk Dalam Negeri [Internet]. 2022. Tersedia pada: adankebijakan.kemkes.go.id/fitofarmaka-menjadi-unggulan-produk-dalam-negeri/

4. Asri KIS, Octasari PM. Perception of Jamu Usage At Rowobelang Village, Batang District. J Wiyata Penelit Sains dan Kesehat. 2024;11(1):43.

5. PertiwI PLA, Suariyani NLP. Kandungan Bahan Kimia Obat Pada Obat Tradisional Yang Beredar Di Pasaran. Arch Community Heal. 2020;7(2):95.

6. Putri A, Sitorus S, Sentosa A, Dan P, Yekti I, Program LS, et al. Identifikasi Parasetamol Dan Kafein Dalam Obat Tradisional Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dengan Detektor Photo Diode Array Identification of Paracetamol and Coffeine in Traditional Medicine By High Performance Liquid Chromatography Using Photo D. Jur Kim FMIPA UNMUL. 2023;1–8.

7. Ramadhani DL, Haresmita PP, Rahmania TA. Analisis Kualitatif Bahan Kimia Obat dalam Jamu Pegal Linu di Wilayah Gunung Kidul dan Grobogan. J Ilmu Farm dan Farm Klin. 2024;21(1):75.

8. Hadiq S. Identifikasi Bahan Kimia Obat Paracetamol ( Acetaminophen ) Pada Jamu Pegal Linu Di Kota Parepare. J Farm Al-Ghafiqi. 2023;2(1):6–11.

9. Ananto AD, Lalu Undrus Yusditia MG, Lalu Sanik Wahyu FA. Analysis of BKO Content (Antalgin and Dexamethasone) in Herbal Medicine Using Iodimetry Titration and HPLC Method. Elkawnie. 2020;6(1):57.

10. Yastiara, I., Nugraha F., & Kurniawan H. Identification of Paracetamol in Jamu Using Thin Layer Chromatography Analysis Method. J Syifa Sci Clin Res. 2022;4(3):748–57.

11. Permenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional. Bpom. 2012;32.

12. Peremenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 006 Tahun 2012 Tentang Industri Dan Usaha Obat Tradisional. 2012;43.

13. Oktaviano MF, Setiawan HK. Identifikasi Deksametason Dan Paracetamol Dalam Jamu Asam Urat Dan Rematik Secara Kromatografi Lapis Tipis-Densitometri. J Ilmu Farm dan Farm Klin. 2023;5:476–81.

14. Wulandari L. Kromatografi Lapis Tipis Fakultas Farmasi Universitas Jember. Taman Kampus Presindo. 2011. 20–26 hal.

15. Mulyati, Susanto, Apriyani. Validasi Metode Analisis Kadar Ambroksol Hidroklorida Dalam Sediaan Tablet Cystelis? Secara Kromatografi CaiR KINERJA TINGGI. 2011;7(1):50–9.

16. Suprianto, Darwin Syamsul, Muhammad Deddy Harfiansyah. Aplikasi Metode Penetapan Kadar Rutin Parasetamol PT. Kimia Farma, Tbk Secara HPLC pada Sediaan Tablet Generik dan Bermerek di Medan. J Indah Sains dan Klin. 2020;1(1):1–5.

17. Hanifah U, Slamet S, Wirasti W, Santika Rahmasari K, Sarjana Farmasi P. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Penetapan Kadar Antalgin dan Deksametason Natrium Fosfat dalam Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kabupaten Pekalongan dengan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPL. Semin Nas Kesehat. 2021;2021.

18. Fauziah NAN, Husni P, Kurniati BD. Artikel Review: Pengembangan Dan Validasi Metode Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (Kckt) Untuk Penetapan Kadar Simvastatin Dalam Sediaan Tablet. Farmaka. 2023;22(2):118–27.

Diterbitkan

2025-11-01

Cara Mengutip

ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PADA PRODUK JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KOTA MADIUN MENGGUNAKAN METODE KLT DAN HPLC. (2025). Jurnal Farmasi IKIFA, 4(3), 83-95. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/342