ANALISA PENGETAHUAN PENGUNJUNG TENTANG ANTIBIOTIK ORAL TANPA RESEP DOKTER DI APOTEK X JAKARTA TIMUR

Penulis

  • Fachdiana Fidia STIKes IKIFA
  • Siti Aisyah STIKes IKIFA
  • Marta Halim STIKes IKIFA
  • Dwi Uswatun Hasanah STIKes IKIFA

Kata Kunci:

Knowledge, Oral Antibiotic

Abstrak

Penggunaan Antibiotik yang relatif tinggi dapat menimbulkan beragam masalah dan merupakan ancaman global bagi kesehatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar serta pengetahuan tentang antibiotik yang tidak tepat menjadi faktor yang dapat memicu resistensi. Resistensi antibiotik telah menjadi masalah global. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa resistensi Antibiotik semakin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan Antibiotik tanpa resep dokter di Apotek X Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik accidental sampling. Data yang dianalisa tentang penggunaan antibiotik oral tanpa resep dokter dengan menggunakan kuisioner, meliputi: definisi antibiotik, aturan pakai antibiotik, efek samping antibiotik, indikasi antibiotik. Hasil dari penelitian ini didapatkan 154 responden menggunakan antibiotik oral tanpa resep dokter dan tingkat pengetahuan antibiotik  terdapat 49 responden (32 %) memiliki pengetahuan baik, 84 responden (55 %) memiliki pengetahuan cukup, dan 21 responden (13 %) memiliki pengetahuan kurang. Simpulan dari hasil tersebut menunjukan bahwa pengetahuan pengunjung tentang penggunaan antibiotik oral tanpa resep dokter di Apotek X Jakarta Timur tergolong dalam kategori cukup.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

1. Minda Sari Lubis. PKM Penyuluhan Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Desa Tembung. (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Edisi 1) Tembung: Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. 2019
2. Pengendalian Resistensi Antimikroba Jadi Perhatian Dunia. Diambil dari : https://www.kemkes.go.id/article/view/18112900002/pengendalian-resistensi- antimikroba-jadi-perhatian-dunia.html diakses pada : Jumat, 20 Januari 2023
3. World Health Organization. Antimicrobal Drug Resistance,2013.
4. Kuntaman K, Lestari ES, Severin JA, Kershof IM, Mertaniasih NM, Hadi U, Purwanta M, Johnson JR, van Belkum A, Verbrugh HA on behalf of the Antimicrobial Resistance in Indonesia: Prevalence and Prevention Study Group (2006) Fluoroquinoloneresistant Escherichia coli, Indonesia. Emerg. Infect. Dis 11:1363– 1369
5. Sherly Tandi Arrang. Penggunaan Antibiotik yang Rasional pada Masyarakat Awam di Jakarta. (Jurnal Mitra Volume 3 Edisi 1Mei 2019) Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Jakarta. 2019
6. Sukorjo W. Sasaran tepat antibiotik. Jakarta. Kompas. 2 januari 2010. H 3-4.
7. Kementrian Kesehatan, Badan Litbangkes-Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013
8. Purwidyaningrum I, Peranginangin JM, Mardiyono M, Sarimanah J. Dagusibu, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) di Rumah dan Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kelurahan Nusukan. J Dedicators Community. 2019;3(1):23–43.
9. Nur Jumaisah Kurniawati. Gambaran Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter Oleh Konsumen di Apotek X Wilayah Probolinggo. (Karya Tulis Ilmiah). Probolinggo: Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang. 2019
10. Perawatan Luka & Home Care - Rumat diakses 5 Januari 2023
11. Notoatmodjo, S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2014. h 138
12. Wawan, A dan Dewi, M. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010. h 18
13. Notoatmodjo, Soekidjo. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Cetakan Pertama. Jakarta. PT. Rhineka Cipta.2007. h 143-146
14. Klasifikasi Umur Menurut Depkes (2009).Diambil dari : https://id.scribd.com/doc/151484440/Kategori-Umur-Menurut-Depkes-RI diakses pada Jumat, 20 Januari 2023
15. Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 Tahun 2017 Tentang Apotek.
16. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek
17. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 949/Menkes/per/IV/2000 Tentang Penggolongan Obat. h3
18. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia Nomor 2046/Menkes/per/2011 Tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. h4
19. Ganiswarna SG. Farmakologi dan Terapi Edisi V. Jakarta: FKUI, 2007.
20. Tan HJ, Kirana R. Obat-obat penting. Edisi VI, Jakarta. Elex Media Komputindo. 2010. h 65.
21. Eka RU. Antibiotika, Resistensi, Dan Rasionalitas. Malang; Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2011; 1(4) h 193-194.
22. Beatrix Anna Maria Fernandez. Studi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Nusa Tenggara Timur: Universitas Surabaya, NTT, 2013.
23. Eka Wuri Handayani. Gambaran Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotika Pada Konsumen Di Apotek AF Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Jawa Tengah; STIKES Muhammadiyah Gombong. Jawa Tengah, 2021

Diterbitkan

2024-07-30

Cara Mengutip

ANALISA PENGETAHUAN PENGUNJUNG TENTANG ANTIBIOTIK ORAL TANPA RESEP DOKTER DI APOTEK X JAKARTA TIMUR. (2024). Jurnal Farmasi IKIFA, 3(2), 147-160. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/197