STANDARISASI SPESIFIK, NON SPESIFIK, DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

Penulis

  • Jasinca Arga Cetta Ramaniya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Adelia Nur Aini Saraswati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Anika Putri Rahmadani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Putri Lana Awallia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun
  • Shalsabila Tristananda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulia Madiun

Kata Kunci:

Averrhoa bilimbi Linn, standardization, non-specific, specific

Abstrak

Tanaman buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki potensi untuk digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini dapat berfungsi sebagai antilithiasis, antihiperkolesterolemia, dan antidiabetes. Agar tanaman obat tradisional ini dapat memberikan manfaat yang aman, bermutu, dan efektif, diperlukan standarisasi. Praktikum ini bertujuan untuk mengamati buah belimbing wuluh dan menetapkan profil parameter kualitas ekstrak etanolnya, baik secara spesifik maupun non spesifik. Ekstrak kental diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengamatan organoleptis menunjukkan bahwa ekstrak kental berwarna hijau kehitaman dan berbau aromatik. Parameter non spesifik yang diuji meliputi kadar air dengan metode moisture analyzer, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, dan kadar abu total. Hasil standarisasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak buah belimbing wuluh menunjukkan susut pengeringan simplisia dengan berat 2,2 gram, berat jenis 0,836 gram/ml, kadar air ekstrak 17%, kadar sari larut etanol 24%, dan kadar sari larut air 56%

Referensi

Aliwu, I., J. A. Rorong, Ecushnie, T.P.T. dan A.J. Lamb. 2005. "Review : Antimicrobial Activity of Flavonoids." International Journal of Antimicrobial agents. 26: 343-356.
Andayani, R., Chismirina, S., dan Kumalasari, I. 2014. “Pengaruh Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Interaksi Streptococcus sanguinis dan Streptococcus mutans Secara In Vitro”. Cakradonya Dent J, 6(2): 678-744.
Anonim. 2024. “Petunjuk Praktikum Farmakologi”. Stikes Bhakti Husada Mulia. Madiun.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1980. “Materia Medika Indonesia, Jilid IV”. Direktorat Pengawas Obat dan Makanan. Jakarta.
Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. 2000. “Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat”. Departemen Kesehatan. Jakarta.
Eem Masaenah, et al. 2019. “Aktivitas Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan (Mus musculus)”. Jurnal Farmamedika. Jakarta. 4(2): 5-6.
Elisa Issusilaningtyas, Fatimah Azzahra, Nikmah Nuur Rochmah, Anita Ratna Faoziyah, Ajeng Puspo Aji. 2023. “Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi Dan Refluks Terhadap Kadar Flavonoid Dan Aktivitas Antioksidan Daun Jeruju (Acanthus Ebracteatus Vahl)”. Jurnal Komunitas Farmasi Nasional. Cilacap. 3(2): 620-630.
Herwanda, M., Aditya, N. R., Azmi, Y. 2023. “Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Buah Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L.) Menggunakan Metode DPPH”. Jurnal Surya Medika. 9(1): 27-33.
Kementerian Kesehatan RI. 2017. “Farmakope Herbal Indonesia Edisi II”. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Kristanti, A. N., Aminah, N. S., Tanjung, M., Kurniadi, B. 2019. “Fitokimia”. Airlangga University Press. Surabaya.
Maryam, St. Saidah J & Rachmat K. 2015. “Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.)”. Fakultas Farmasi Universitas Muslim. Indonesia, 7(1): 60- 69.
Meriana S., Muammar K., Saipul S., Andre B. 2021. “Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Staphylococcus epidermidis Dan Pityrosporum ovale”. Jurnal Kedokteran STM. Medan. 4(1): 26-32.
Nakhil, Umaitun., Isabella M. S., Nugrahani H. P& Heni L. 2019. “Gel Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.) untuk Stomatitis Aftosa Rekuren”. Jurnal Farmasi Sains dan Praktik, 5(2): 69-77.
Parikesit, M. 2011. “Khasiat dan Manfaat Belimbing Wuluh”. Stomata. Surabaya.
Rosa Devitria, Resti W., Mega E. 2023. “Uji Kadar Abu Larut Air Dan Kadar Abu Tidak Larut Asam Pada Simplisia Biji Jambu Bol (Sygyzium malaccense)”. Jurnal Ilmu KEsehatan Abdurrab. Padang. 1(2): 12-16.
Saifuddin A, Rahayu, Yuda Hilwan. 2011. “Standarisasi Bahan Obat Alam”. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Sulistyo, S. 2019. “Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Pelarut Terhadap Randemen Ekstrak Flavonoid Daun Sawo Duren (Crysophillum cainito L.) Dengan Metode Maserasi. Teknik Kimia, 0(0): 1-6.

Diterbitkan

2025-05-19

Cara Mengutip

STANDARISASI SPESIFIK, NON SPESIFIK, DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.). (2025). Jurnal Farmasi IKIFA, 4(1), 11-22. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/183