ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT DENGAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI GUDANG FARMASI PUSKESMAS X KABUPATEN BANYUASIN PERIODE 2022

Penulis

  • Mayaranti Wilsya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah
  • Achmad Wahyudi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah
  • Sunitha Mardha Lingga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah
  • Yunilda Rosa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah
  • Khairunnisa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah
  • Sigit Cahyo Hardiansyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah
  • Enny Octaviana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah

Kata Kunci:

Perencanaan Pengadaan Obat, Mutu Pelayanan Kefarmasian, Stok Obat, Analisis ABC-VEN, Puskesmas.

Abstrak

Perencanaan pengadaan obat mempengaruhi mutu pelayanan kefarmasian di pusat kesehatan kasyarakat (puskesmas) sehingga kedudukannya sangat penting untuk dipenuhi agar tidak ditemukannya stok obat yang menumpuk serta kekosongan obat vital dan esensial yang dapat menyebabkan penurunan mutu pelayanan kefarmasian. Analisa ABC-VEN dipilih dalam penelitian ini agar kebutuhan obat yang diperlukan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Penelitian bertujuan untuk menganalisa perencanaan pengadaan obat dengan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas X. Jenis penelitian ini deskriptif yang bersifat non eksperimental dengan data retrospektif. Data sekunder yang digunakan data permintaan obat pada bulan Januari–Desember 2022. Data primer bersumber dari wawancara mendalam dengan informan tentang proses perencanaan pengadaan obat. Analisis ABC-VEN periode Januari-Desember 2022 didapatkan obat DAK 22 item kelompok prioritas, 87 item kelompok utama dan 8 item kelompok tambahan. Obat DPR 7 item kelompok utama dan 2 item kelompok tambahan. Sedangkan obat JKN 10 item kelompok utama dan 1 item kelompok tambahan. Berdasarkan hasil analisis perencanaan pengadaan obat di Puskesmas X periode Januari-Desember 2022 menggunakan metode kombinasi ABC-VEN, dari 137 item obat yang direncanakan oleh gudang farmasi Puskesmas X diketahui bahwa obat yang masuk kedalam kategori kelompok P (Prioritas) sebanyak 22 item obat, kelompok U (Utama) sebanyak 104 item obat, dan kelompok T (Tambahan) sebanyak 11 item obat.

Referensi

Adisty nurwildani. (2018). Evaluasi Perencanaan Obat Menggunakan Metode Kombinasi ABC-VEN Di RSUD Dr. Soebandi Jember Periode Tahun 2017. In . https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/92814

Indriantoro dan Supomo. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Kumar dan Chakravarty. 2015. ABC-VEN Analysis of Expendable Medical Stores at a Tertiary Care Hospital. Medical Journal Armed Forces India 71(1):24–27.

Kemenkes. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Satibi. 2014. Manajemen Obat Di Rumah Sakit. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.

Sukendra dan Atmaja. 2020. Instrumen Penelitian. Pontianak : Mahameru Press.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Method). Bandung : Alfabeta

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-31

Cara Mengutip

ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT DENGAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI GUDANG FARMASI PUSKESMAS X KABUPATEN BANYUASIN PERIODE 2022. (2025). Jurnal Farmasi IKIFA, 4(2), 1-11. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/164