HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN PENGETAHUAN CARA PENYIMPANAN DAN PEMBUANGAN OBAT KERAS DI KELURAHAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR
Kata Kunci:
Pengetahuan, penyimpana, obat keras, Spearman rhoAbstrak
ABSTRAK
Penyimpanan obat yang baik dan benar dapat memperlambat penguraian obat sehingga dapat mencegah kerusakan obat, maka semua obat sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dalam wadah asli dan terlindung dari lembab, panas dan cahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor demografi tentang terkait pengetahuan penyimpanan dan pembuangan obat keras dengan baik dan benar pada masyarakat di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan jumlah responden sebanyak 269 orang. Data diambil menggunakan kuesioner sejumlah 21 soal. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa gambaran pengetahuan tentang penyimpanan obat keras yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 74 orang (27%), yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 107 orang (40%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 88 orang (33%). Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa gambaran pengetahuan tentang pembuangan obat keras yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 118 orang (44%), yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 101 orang (37%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 50 orang (19%). Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan masyarakat tentang penyimpanan dan pembuangan obat keras di wilayah Kelurahan Duren Sawit adalah berpengetahuan cukup sebanyak 120 dari 269 responden (45%). Berdasarkan perhitungan statistik dengan uji Spearman rho menunjukkan tidak adanya hubungan antara usia dengan tingkat pengetahuan mengenai terkait penyimpanan dan pembuangan obat keras dikarenakan nilai sig (0,68) > 0,05.
Referensi
2. Plagandaru B. Buku Saku Palang Merah Remaja ( PMR ). Boyolali: Palang Merah Indonesia; 2018, h 18.
3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2013, h 40.
4. Nisrina Hanin Nabila. Gambaran Pengetahuan dan Pengalaman Penggunaan Obat oleh Masyarakat di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang Berdasarkan Konsep "DAGUSIBU". 2019;2.
5. Jojor DS. Gambaran Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Cara Membuang Sisa Obat Di RW 025 Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara Periode Juni Tahun 2019. [Jakarta]: Akademi Farmasi IKIFA; 2020.
6. Yuliastuti F, Hapsari WS, Mardiana T. GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) bagi Guru Sekolah Dasar Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang. Community Empower. 2018;3(2):h 34–7.
7. Aryani DE, Herawati H, Oktavianie DA, Permata FS. Peningkatan Pengetahuan Siswi MTS Al-Huda tentang Penggunaan, Penyimpanan dan Pembuangan Obat Hewan melalui Seminar Edukasi dan Demonstrasi. Vet Biomed Clin J. 2020;2(2): h 1–10.
8. Yunita RD. Gambaran Penyimpanan Obat di Rumah Pada Masyarakat di RW 006 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur Periode Mei – Juli 2019. Jakarta : Akademi Farmasi IKIFA; 2019, h 4.
9. Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Pedoman Pelaksanaan Program GEMA CERMAT Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.; 2020, h 3.
17. Murtini G. Farmasetika Dasar. 1st ed. Zamil F, editor. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016.
18. Badan POM RI. Peraturan Badan Pengawasan Obat dan Makanan. 2nd ed. Jakarta: Badan POM; 2019.
20. KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Farmakope Indonesia VI. 6th ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020. h. 41–42.
21. Kementrian Kesehatan RI. Pedoman Pengelolaan Obat Rusak dan Kedaluwarsa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Rumah Tangga. Jakarta: Kementerian Kesehatan
25. Sari OM, Anwar K, Putri IP. Tingkat Pengetahuan dalam Penyimpanan dan Pembuangan Obat di Rumah pada Masyarakat Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Cendekia J Pharm. 2021;5(2): h 145–55.
26. Dr. Apt. Lusy Noviani MM, Apt. Sherly Tandi Arrang MFK. Stabilitas dan beyond use date sediaan farmasi dalam praktek kefarmasian sehari-hari. 1st ed. Jakarta: Penerbit Universitas katolik Indonesia Atma Jaya; 2022. h 28 .