EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PERIODE OKTOBER 2022 - OKTOBER 2023

Penulis

  • Akhmad Rokiban Prodi Farmasi Universitas Tulang Bawang
  • Kiky Maykasari Universitas Tulang Bawang Lampung

Kata Kunci:

Keywords       : Evaluation of Drug Use, OAT, Standard of Treatment, Pulmonary TB

Abstrak

Tuberkulosis merupakan penyakit kronik menular yang disebabkan oleh  Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data WHO insiden tuberkulosis di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dengan angka  mortalitas 107 ribu kasus. Dalam upaya memberantas tuberkulosis, salah satunya dapat terealisasi dengan penggunaan obat antituberkulosis yang sesuai dengan Standar Pedoman Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan OAT pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Punggur Kabupaten Lampung Tengah periode Oktober 2022 – Oktober 2023 berdasarkan “Pedoman Nasional Penanggulangan TB” oleh Kementrian Kesehatan RI Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pendekatan bersifat retrospektif dari rekam medis pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Punggur Kabupaten Lampung Tengah Periode Oktober 2022 – Oktober 2023. Data diolah secara deskriptif menggunakan program Microsoft Excel menjadi bentuk data tabel persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus TB paru lebih banyak terjadi pada pasien laki-laki yaitu sebesar 61,4%. Pasien yang menggunakan jenis OAT kategori 1 sebanyak 93,2% sedangkan pasien yang menggunakan paduan OAT kategori 2 sebanyak 6,8%. Pola penggunaan OAT pada pasien TB paru adalah OAT KDT sebanyak 100%. Berdasarkan kesesuaian terhadap ”Pedoman Nasional Penanggulangan TB” oleh Kementrian Kesehatan RI Tahun 2016, diperoleh hasil kesesuaian indikasi sebesar 97,7%, kesesuaian kombinasi sebesar 100% dan kesesuaian dosis sebesar  88,6% dengan hasil akhir pengobatan 95,5% pasien sembuh dan 4,5% pasien dinyatakan tidak sembuh.

 

 

 

Referensi

1. Stanley. 1999. Dasar Patologi Penyakit. Edisi 5. Sadikin H, editor. Jakarta: EGC. hlm 445.
2. World Health Organization. 2016. Global Tuberculosis Report. Geneva: World Health Organization.
3. World Health Organization. 2018. Global Tuberculosis Report. Geneva: World Health Organization.
4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
5. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Permenkes RI No. 67 Tentang Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI.
6. World Health Organization. 2010. Global Tuberculosis Report. Geneva: World Health Organization


7. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia Di Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Kementrian Republik Indonesia.
8. Dipiro. 2015. Pharmacoteraphy Handbook Seventh Edition. USA: McGraw-Hill Company.
9. Bloomberg. 2012. The Rationale for Recommending Fixed-Dose Combination Tablets for Treatment of Tuberculosis. Bulletin of the World Health Organization.
10. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Petunjuk Teknis Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resistan Obat. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
11. Sawitri. 2018. Evaluasi Ketepatan Obat dan Dosis Obat Antituberkulosis pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta Periode 2016-2017. J Pharm Sci Clin Res. 02:93–103.

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PERIODE OKTOBER 2022 - OKTOBER 2023. (2024). Jurnal Farmasi IKIFA, 3(1), 59-70. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/119