EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PETUGAS FARMASI PADA PENYIMPANAN OBAT LASA DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MADIUN

Authors

  • Pepti Sindawati Program Studi Farmasi, STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun, Indonesia
  • Susilowati Program Studi Farmasi, STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun, Indonesia
  • Ika Sutra Perwirahayu Aji Saputri Program Studi Farmasi, STIKes Bhakti Husada Mulia Madiun, Indonesia

Keywords:

LASA, kepatuhan petugas farmasi, penyimpanan obat, medication error, RSUD Kota Madiun

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan petugas farmasi dalam penyimpanan obat Look Alike Sound Alike (LASA) di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun. Obat LASA merupakan kelompok obat dengan kemiripan nama atau bentuk fisik yang berpotensi menyebabkan medication error sehingga memerlukan perhatian khusus dalam penyimpanan dan pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan non eksperimental melalui observasi langsung dan pengisian kuesioner oleh 16 petugas farmasi. Selain itu, 100 jenis obat LASA dijadikan sampel untuk dievaluasi kesesuaian penyimpanannya berdasarkan standar operasional prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan petugas farmasi mencapai 91,7% dan termasuk kategori sangat baik. Mayoritas responden melaksanakan prosedur dengan benar, seperti penggunaan metode Tall Man Lettering, pencatatan keluar-masuk obat, pemantauan rutin oleh kepala instalasi, serta penerapan metode FIFO dan FEFO. Namun, terdapat beberapa aspek yang belum sepenuhnya konsisten, misalnya penyusunan obat tidak dilakukan secara alfabetis dan belum semua petugas memahami prosedur pelaporan kesalahan penyimpanan. Evaluasi terhadap 100 sampel obat LASA juga menunjukkan bahwa seluruh sampel telah disimpan sesuai dengan standar. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan sistem penyimpanan LASA di RSUD Kota Madiun sudah berjalan optimal, meskipun tetap memerlukan evaluasi berkala dan pelatihan rutin bagi petugas farmasi untuk mencegah potensi medication error. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi peningkatan mutu pelayanan farmasi rumah sakit serta acuan penelitian lebih lanjut terkait pengelolaan obat LASA.

 

References

1. Aditya Maulana. (2020). GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI RSUI MUTIARA BUNDA (Doctoral dissertation, Politeknik Harapan Bersama Tegal).

2. Afiya, N., Permadi, Y. W., & Ningrum, W. A. (2022). Analisis pengelolaan manajemen logistik obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Qim Batang tahun 2021. Jurnal Ilmiah JOPHUS: Journal Of Pharmacy UMUS, 3(02), 138-145.

3. Agustina, Nani, Program Studi, dan Komputerisasi Akuntansi. 2017. “Paradigma, Vol. 19, No. 1, Maret 2017” 19 (1): 61–68.

4. Aisyah Meidian, Sulaeman, dan Yusuf Hudi. 2024. “Standard Pelayanan Fasilitas Kesehatan ( Rumah Sakit ) Bagi Pasien Menurut Undang-Undang.” Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2596–2605.

5. Amrullah, Hafizh. 2022. “Pengaruh Pelatihan Terhadap Penyimpanan Lasa (Look Alike Sound Alike) : Studi Kuasi Eksperimental.” Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan 14 (2): 126.

6. Bryan, R., Aronson, J. K., Williams, A., & Jordan, S. (2021). The problem of look‐alike, sound‐alike name errors: drivers and solutions. British journal of clinical pharmacology, 87(2), 386-394.

Published

2026-04-30

How to Cite

EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PETUGAS FARMASI PADA PENYIMPANAN OBAT LASA DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MADIUN. (2026). Jurnal Farmasi IKIFA, 5(1), 80-86. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/356