OPTIMASI METODE PENETAPAN KADAR ASAM GLIKOLAT DAN ASAM SALISILAT DALAM TONER MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)
Keywords:
Asam Glikolat, Asam Salisilat, HPLCAbstract
Seiring dengan meningkatnya penggunaan produk kosmetik, penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk kosmetik, khususnya toner yang mengandung asam glikolat (AHA) dan asam salisilat (BHA). Kedua senyawa ini memiliki manfaat eksfoliasi kulit, tetapi penggunaannya harus memenuhi batas kadar maksimal yang ditetapkan BPOM (10% untuk asam glikolat dan 2% untuk asam salisilat). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dalam menetapkan kadar kedua asam tersebut dalam toner serta memastikan kesesuaiannya dengan standar BPOM. Metode penelitian meliputi analisis kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dengan HPLC. Sampel terdiri dari 5 toner yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Optimasi fase gerak dilakukan untuk menentukan kondisi terbaik dalam pemisahan dan analisis senyawa. Hasil KLT menunjukkan 3 dari 5 sampel positif mengandung asam glikolat dan asam salisilat, yang kemudian dikonfirmasi melalui HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HPLC efektif dengan kondisi optimum menggunakan laju alir 1 mL/menit, panjang gelombang 230 nm, dan fase gerak buffer fosfat-metanol (70:30). Kadar asam glikolat pada sampel A, B, dan D masing-masing sebesar 0,78%, 0,79%, dan 0,78%, sedangkan kadar asam salisilat sebesar 0,86%, 0,85%, dan 0,88%. Semua sampel memenuhi batas kadar yang ditetapkan BPOM. Metode HPLC terbukti akurat dan reliabel dalam penetapan kadar asam glikolat dan asam salisilat dalam toner. Hasil penelitian juga memberikan informasi penting bagi masyarakat mengenai keamanan produk kosmetik yang beredar.
References
1. BPOM. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik. Bpom Ri. 2019;2010:1–258.
2. Putri N, Dzakiyyah H. Pengaruh Chemical Exfaliator AHA pada Skincare. J Cendekia Kim. 2023;01(02):65–71.
3. Fatmawati A. Analisis Kualitatif & Kuantitatif Kandungan Asam Salisilat Pada Sediaan Kosmetika Semi Padat Yang Beredar Di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. INPHARNMED J (Indonesian Pharm Nat Med Journal). 2023;6(2):47.
4. Wardana FY, Fadila N, Siwi MAA. Identifikasi Kandungan Asam Salisilat dalam Produk Krim Anti Jerawat di Pasar Tajinan Kabupaten Malang. PHARMADEMICA J Kefarmasian dan Gizi. 2022;1(2):69–79.
5. Fertiasari R, Leni L, Kristiandi K. Analisis Hidrokuinon Pada Kosmetik Cair Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (Kckt). Media Ilm Kesehat Indones. 2023;1(1):6–11.
6. Rahmasari K, Astuti I. Analyzing the Salicylic Acid Content of Anti-Acne Products Circulating in Pekalongan Regency. Pros 16th Urecol Seri MIPA dan Kesehat. 2022;868–77.
7. Siswanto A, Fudholi A, Nugroho AK, Martono S. Validasi Metode HPLC untuk Penetapan Aspirin dan Asam Salisilat dalam Plasma Kelinci ( Lepus curpaeums ) secara Simultan Validation of A High Performance Liquid Chromatography Method for The Simultaneous Determination of Aspirin and Salisylic Acid In Rabb. J Kefarmasian Indones. 2016;6:68–78.
8. Wulandari D, Gusrizal G, Zaharah TA. Optimasi dan Validasi Metode Penentuan Kadar Asam Glikolat dan Asam Laktat Dalam Krim Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. ALCHEMY J Penelit Kim. 2020;16(1):10.
9. Salamah N, Guntarti A. Analisis Instrumen: Kromatografi dan Elektroforesis. Uad Press. 2023;viii–42.
10. Kishore G, Karthik A, Gopal SV, Ranjith A, Bhat M, Udupa N. Development of RP-HPLC method for simultaneous estimation of lactic acid and glycolic acid. Der Pharma Chem. 2013;5(4):335–40.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Farmasi IKIFA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.