Hubungan Faktor Demografi dengan Pengetahuan Cara Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas di Kelurahan Penggilingan

Penulis

  • Charles
  • Meiana Dwi Andini STIKes IKIFA
  • Guruh Subagya STIKes IKIFA

Kata Kunci:

Pengetahuan, Obat bebas, obat bebas terbatas

Abstrak

Berbagai masalah kesehatan khususnya terkait obat masih ditemukan dimasyarakat. Mulai dari penggunaan yang salah, penyalahgunaan obat, terjadinya efek samping obat dari yang paling ringan sampai dengan fatal. Agar terhindar dari dampak negatif tersebut, maka perlu diberikan informasi yang memadai kepada masyarakat mengenai cara mendapatkan obat dengan benar, menggunakan obat dengan benar, menyimpan obat dengan benar, dan membuang obat dengan benar. Penggunaan obat yang benar akan meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan yang salah akan meningkatkan kegagalan terapi. Upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri dikenal dengan istilah swamedikasi. Swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor demografi dengan pengetahuan cara penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas pada Masyarakat di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan jumlah responden sebanyak 196 orang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan responden tentang penggunaan obat bebas dan bebas terbatas secara keseluruhan memiliki pengetahuan cukup 110 responden (56%), pengetahuan baik 64 responden (33%) dan pengetahuan kurang 22 (11%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara demografi dengan Pengetahuan cara penggunaan obat bebas dan bebas terbatas di kelurahan Penggilingan Jakarta Timur

Referensi

1. Prabandari, S., & Febriyanti, R. Sosialisasi Pengelolaan Obat DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) di Kelurahan Pesurungan Kidul Kota Tegal Bersama Ikatan Apoteker Indonesia Tegal; 2016.

2. Budiarti.irma.pebandingan efektivitas metode edukasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu tentang Dagusibu. Universitas Muhammadiyah purwokerto. 2016 hal 1-2.

3. Istikharoh, Nok. Gambaran Pemahaman Kader PKK di Kelurahan Pesurungan Kidul Kota Tegal Tentang DAGUSIBU. Karya Tulis Ilmiah. Tegal : Politeknik Harapan Bersama; 2017.

4. Kementrian Kesehatan; artikel medis kesehatan, hasil riset kesehatan; 2018.

5. Kementrian Kesehatan; artikel medis kesehatan, hasil riset kesehatan; pengelolaan obat dirumah; 2013.

6. Eka Sulistiani. Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Di Desa Sawojajar Brebes; 2021. http://eprints.poltektegal.ac.id. Diakses pada 15 Juli 2022, pukul 10:18

7. Elza Waniza. Gambaran Pengetahuan tentang DAGUSIBU Pada Ibu Rumah Tangga di Desa Pengarasan Kecamatan Dukuturi Kabupaten Tegal; 2021

8. Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2012.

9. Nuria Reny Haryati. Metodelogi Penelitian Karya Ilmiah; 2022

10. Wawan, A dan M, Dewi. Teori dan Pengukuran, Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia Dilengkapi Contoh Kuesioner. Yogyakarta : Nuha Medika; 2010.

11. Riyanto S& AAH. Metode Riset Penelitian Kuantitatif Penelitian Di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan Dan Eksperimen. DEEPUBLISH. Yogyakarta; 2020. h 12-26.

12. Arikunto S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik edisi VI. Rineka Cipta. Jakarta; 2006. h 21.

Diterbitkan

2023-10-30

Cara Mengutip

Hubungan Faktor Demografi dengan Pengetahuan Cara Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas di Kelurahan Penggilingan. (2023). Jurnal Farmasi IKIFA, 2(2), 45-54. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/66