GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN RESEP ULANG PASIEN DIABETES MILETUS PESERTA PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK MEDIKA

Penulis

  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
  • Apotek Medika

Kata Kunci:

kepatuhan pengambilan obat ulang, pasien diabetes melitus, medication possesion ratio

Abstrak

Program Rujuk Balik (PRB) adalah salah satu program unggulan BPJS untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan kepada peserta penderita penyakit kronis, seperti penyakit diabetes melitus. Diabetes Melitus (DM) tidak dapat sembuhkan, tetapi kepatuahn hanya untuk mengurangi resiko tidak stabil. Kepatuhan minum obat digolongkan menjadi tiga macam. Salah satunya adalah tidak menebus resep ulang (refills not obtained).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang obat oral pada pasien diabetes melitus yang mengikuti program rujuk balik di Apotek Medika.

Penelitian ini dilakukan di Apotek. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengukuran kepatuhan menebus resep ulang menggunakan metode Medication Possesion Ratio (MPR). Hasil yang didapatkan dari  perhitungan MPR berdasarkan jumlah hari seharusnya pasien mendapatkan obat dan jumlah hari pasien tidak mendapatkan obat dikatakan patuh apabila nilai persentase lebih dari sama dengan 80% dikatakan tidak patuh apabila nilai persentase di bawah 80%.

Hasil penelitian menunjukan tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien BPJS yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Medika termasuk ke dalam kategori patuh untuk periode 3 bulan  (88,31%) dan tidak patuh untuk periode 6 bulan ( 65,63%).

Referensi

Alfian, R., 2015, Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jurnal Pharmascience, 2, 15-23.
Dipiro, J. T., Yee, G. C., Posey, L. M., Haines, T., Nolin, T. D. & Ellingrod, V., 2020. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach New York, Mc Graw Hill.
Goodman & Gilman. (2008). Dasar Farmakologi Terapi, Buku kedokteran ECG,
Jakarta.
Horne, R., Weinman, J., Barber, N., Elliott, L. & Morgan, M. 2005. Concordance, adherence and compliance in medicine taking, London, National Co-ordinating Centre for NHS Service Delivery and Organisation R & D (NCCSDO).
Kemenkes RI, 2019, Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018, Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, 1–8.
Nugraha, D.P., Asni, E.K., Sembiring, L.P., 2020, Antihiperglicemic Therapy Compliance with Hba1c Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients among Pekanbaru Prolanis Participants, Buletin Farmatera, Vol 5 No 1
Perkeni, 2015., Konsensus Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Indonesia, Jakarta, PB. Perkeni.
Sari, R. P. 2016. Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Banjarbaru Utara. Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan, 1, 65-74.
Tjay T.H., & Rahardja K., 2013, Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan
Efek - Efek Sampingnya, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, pp. 523–531
Yusmaniar, Y., Susanto, Y., Suragman., Alfian, R., 2020, Pengaruh Alarm Minum Obat (AMINO) Untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi, Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 5 (1), 96-107

Unduhan

Diterbitkan

2021-10-31

Cara Mengutip

GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN RESEP ULANG PASIEN DIABETES MILETUS PESERTA PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK MEDIKA. (2021). Jurnal Farmasi IKIFA, 1(1), 29-37. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/32