EDUKASI DAN PELATIHAN PRODUK WEBALUP DIABETES MELITUS PADA IBU-IBU LANSIA PKK MAWAR KUPANG PETE AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG

Authors

  • I Kadek Bagiana Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Yuvianti Dwi Franyoto Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Mutmainah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Ika Puspitaningrum Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Lia Kusmita Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang

Keywords:

moringa, Webalup, diabetes mellitus.

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia). Salah satu alternatif pengobatan untuk mengatasi diabetes adalah pemanfaatan tanaman herbal, salah satunya daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor kaya akan berbagai nutrisi, seperti fitokimia, karoten, senyawa flavonoid, senyawa fenolik, kalsium, zat besi, protein, serta vitamin. Selain itu, kandungan antioksidannya berperan dalam menstabilkan radikal bebas, sehingga dapat berfungsi sebagai pelindung terhadap diabetes melitus. Berdasarkan kandungan nutrisinya, daun kelor memiliki banyak manfaat. Namun, pemanfaatannya oleh ibu-ibu lansia PKK Mawar Kupang Pete, Ambarawa masih terbatas sebagai bahan sayuran. Program pengabdian ini berfokus pada sosialisasi dan pelatihan, baik secara teori maupun praktik, dalam pembuatan Webalup (wedang herbal celup) dari daun kelor menjadi bubuk minuman teh sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi kadar gula darah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 September 2024 di Aula RT dengan 30 peserta ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Berdasarkan hasil evalusi secara keseluruhan, peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, melakukan diskusi dengan tim pengabdian dan dapat mempraktekkan cara pembuatan Webalup.

References

Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, C.G., Matzke, R.G., dan Wells, G.B., 2016. Pharmacotherapy: a pathophysiologic approach, dalam: The McGraw-Hill Companies. New York USA.

Kemenkes RI, 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53: 1689–1699.

Kusuma, I.Y., Pujiarti, Y., dan Samodra, G., 2020. Potensi daun kelor (moringa oleifera) sebagai agen anti-hipergikemia : studi literatur review. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X, 12: 94–99.

Ogurtsova, K., da Rocha Fernandes, J.D., Huang, Y., Linnenkamp, U., Guariguata, L., Cho, N.H., dkk., 2017. IDF Diabetes Atlas: Global estimates for the prevalence of diabetes for 2015 and 2040. Diabetes research and clinical practice, 128: 40–50.

Sissoko, L., Diarra, N., Nientao, I., Stuart, B., Togola, A., Diallo, D., dkk., 2020. Moringa oleifera leaf powder for type 2 diabetes: a pilot clinical trial. African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines, 17.

Downloads

Published

2025-06-21