MEMAHAMI DEFINISI, PENYEBAB DAN GEJALA DIABETES MELITUS MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN MASYARAKAT DI POSYANDU KEMUNING II KELURAHAN KLENDER

Authors

  • Muhammad Fathan Nugrah Utama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA
  • Maratu Soleha Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA
  • Ida Diana Sari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA
  • Tiara Fadli Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Keywords:

Diabetes Mellitus, Penyuluhan, Power Point, fast food

Abstract

Pola hidup sendetari kian berkembang di masyarakat seiring dengan perubahan zaman yang menyebabkan masyarakat mulai mengurangi aktivitas fisik. Pola hidup ini juga menyebabkan masyarakat cenderung untuk mengonsumsi makanan cepat saji (fast food). Pola hidup ini secara tidak langsung berpengaruh kepada munculnya penyakit Diabetes Melitus (DM). Pengetahuan yang mempuni diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih berhati-hati dalam hal menghindari penyakit DM. Hal inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tim dosen STIKes IKIFA di wilayah RW 03 Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Kegiatan PkM dilaksanakan pada Kamis, 11 Juli 2024 dengan dihadiri oleh 57 warga. Tujuan kegiatan PkM adalah memberikan penyuluhan kepada responden terkait definisi, penyebab dan gejala DM. Metode penyampaian informasi melalui penyuluhan dengan menggunakan power point. Selama kegiatan berlangsung terlihat responden antusias dalam mengikuti dan aktif bertanya ketika sesi diskusi. Hal ini menunjukan bahwa tujuan dari kegiatan PkM telah tercapai dan cukup berhasil.

References

Haswita, H. 2024. Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji dan Minuman Bersoda Telah Terbukti Menyebabkan Diabetes Mellitus di Desa Banyuanyar, Banyuwangi. Journal of Pubnursing Sciences, 2(03), 108-113. DOI: https://doi.org/10.69606/jps.v2i03.152

Enjelia., Frisilia, M., & Ovany, R. 2024. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pola Makan Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Melitus (DM) pada Siswa Kelas X di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Jurnal Surya Medika (JSM), 10(2), 254-263. DOI: https://doi.org/10.33084/jsm.v10i2.7751

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Profil Kesehatan Indonesia 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Infodatin: Tetap Produktif, Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI

Labcito. 2019. Gaya Hidup Sedentary Riskan Memunculkan Penyakit Kronik. Diambil dari: https://labcito.co.id/gaya-hidup-sedentary-riskan-memunculkan- penyakit-kronik/

Perkeni. 2021. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2021.

Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta : Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia.

Rokom. 2018. Menkes: Remaja Indonesia Harus Sehat. Diambil dari: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180515/4625896/menkes-remaja-indonesia-harus-sehat/

Rostanti, Q. 2023. Kasus Diabetes Anak Paling Tinggi pada Usia 10-14, Junk Food Bisa Jadi Pemicunya. Diambil dari : https://ameera.republika.co.id/berita/rpq1e8425/kasus-diabetes-anak-paling-tinggi-terjadi-pada-usia-1014-junk-food-bisa-jadi-pemicunya

Santika, E.F. 2024. Prevalensi Diabetes Indonesia Naik Jadi 11,7% pada 2023. Diambil dari: https://databoks.katadata.co.id/layanan-konsumen-kesehatan/statistik/8a95a31a9cb29b4/prevalensi-diabetes-indonesia-naik-jadi-117-pada-2023

Tim Promkes RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. 2023. Pengaruh Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan Remaja. Diambil dari: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2182/pengaruh-makanan-cepat-saji-

Trisnawati, S.K., & Setyorogo, S. 2013. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012, 5(1), 6-11.

WHO. 2016. Global Report on Diabetes.

Downloads

Published

2025-02-21